Cara Sederhana Tumbuhkan Jiwa Wirausaha Pada Anak

Menumbuhkan jiwa wirausaha anak

Jika kita melihat masa lalu, ketika ada pertanyaan “ingin jadi apa kamu saat dewasa nanti ?” sebagian besar anak akan menjawab ingin menjadi dokter, pilot, guru, polisi, tentara, atau profesi lainnya yang terlihat keren untuk anak usia muda. Namun saat ini menjadi seorang wirausaha sudah bukan lagi hal yang asing terdengar. Bahkan cita-cita untuk menjadi pengusaha juga sudah mulai diminati oleh sebagian anak usia belia.

Menjadi seorang pengusaha, bukan hal yang mudah karena memiliki tantangan yang berbeda dengan profesi pekerja korporasi atau instansi. Perlu adanya kesiapan dari banyak aspek seperti finansial, relasi, dan yang terpenting adalah mental untuk berani dan siap gagal. Oleh sebab itu, perlu ditanamkan mental yang kuat dan siap kepada anak sejak mereka masih muda.

Untuk ayah bunda tidak perlu khawatir akan membebankan anak terhadap hal hal yang sebenarnya masih jauh di usia nya yang masih perlu bersenang-senang dan bermain bersama teman sebaya. Tapi dari hal-hal kecil di kehidupannya juga bisa dijadikan pembelajaran awal untuk menjadi seorang “founders” usaha.

Contoh-contoh seperti apa saja ? Yuk simak penjelasannya

Tumbuhkan rasa percaya diri

Memiliki pribadi yang yakin bahwa ia bisa sangat penting di tanamkan ke pribadi anak. Meningkatkan rasa percaya diri bisa dilakukan orang tua dengan mengapresiasi apapun hasil karya / kerjaan yang anak lakukan. Sebagai contoh ketika anak mendapat nilai kurang baik di sekolah, jangan langsung memarahi nya. Namun bisa dengan cara “Gapapa, kamu sudah berusaha yang kamu bisa. Yuk kita coba belajar lagi bagian yang salah. Ayah/ibu juga ikutan belajar bareng”

Ajarkan bagaimana mengatur keuangan

Tidak bisa dihindari bahwa jajan merupakan salah satu kebutuhan sekaligus kebahagiaan bagi anak. Apalagi pada umumnya variasi jajanan di sekolah sangat beragam, mulai yang disediakan sekolah sampai yang berada di luar sekolah.

Kemampuan anak untuk lebih memilih mana yang perlu dan tidak perlu diajarkan sejak dini agar anak tahu tentang penting nya mengatur keuangan. Bukan dengan sepenuhnya “tidak jajan” namun lebih kepada jajan apa yang paling diinginkan. Untuk mengajarkan anak berhemat, orang tua bisa memberikan sebuah celengan kepada anak dan memberitahu anak bahwa setiap hari, anak harus memasukkan sisa uang jajan nya ke celengan tersebut. Atau di zaman yang modern ini, cara menabung semakin bervariasi mulai dari menabung di bank hingga menabung di reksa dana. Walaupun sedikit demi sedikit, akan membiasakan anak untuk tidak langsung menghabiskan uang yang ia dapat.

Tingkatkan produktivitas

Produktivitas merupakan awal dari anak menjadi seorang founders. Berawal dari terbiasa melakukan hal positif hingga merasakan manfaatnya, sehingga anak suatu saat bisa berfikir sesuatu yang bermanfaat untuk orang banyak. Karena pada dasarnya munculnya peluang bisnis bermula dari masalah yang ada disekitar kemudian muncul ide untuk membuat solusi nya.

Produktivitas yang bisa dilakukan oleh anak bisa beragam, mulai dari membantu orang tua memasak, beres-beres rumah, atau membuat kerajinan menggunakan barang-barang tidak terpakai di rumah.

Ada juga cara meningkatkan sekaligus belajar apa itu seorang founders ? bagaimana pola pikirnya ? bagaimana cara menyusun sebuah ide ? semua nya akan di ajarkan di program spesial holiday program kalananti. Di program ini, anak bukan hanya belajar meningkatkan produktivitas dan mengasah kemampuan berlogika nya, namun langsung diajarkan untuk menumbuhkan pola pikir seorang founders sebuah perusahaan. Ikuti berbagai macam pilihan program nya dan dapatkan kesempatan field trip ke tech company secara GRATIS!

Klik disini untuk bertanya-tanya dan dapatkan diskon spesialnya!

 

Maulana Rahman Nur