{"id":391,"date":"2024-06-12T02:20:34","date_gmt":"2024-06-12T02:20:34","guid":{"rendered":"https:\/\/www.kalananti.id\/blog\/?p=391"},"modified":"2024-06-12T02:20:46","modified_gmt":"2024-06-12T02:20:46","slug":"cara-membatasi-screentime-anak-yang-menyenangkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.kalananti.id\/blog\/cara-membatasi-screentime-anak-yang-menyenangkan","title":{"rendered":"Cara Membatasi Screentime Anak yang Menyenangkan"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" style=\"margin-bottom: 1rem\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/06116e1a-fc60-49c1-950f-e94a3fc60f56.jpeg\" alt=\"membatasi screen time anak\" \/><br \/>\nTahukah orang tua bahwa <em>screen time<\/em> pada anak usia dini memiliki dampak negatif apabila tidak dibatasi. Mulai dari bahaya secara fisik, hingga menurunkan kemampuan kognitif anak. Oleh karena itu <em>screen time<\/em> pada anak harus selalu didampingi oleh orang tua<\/p>\n<p>Mungkin bagi sebagian orang, kehadiran teknologi yang semakin berkembang saat ini, menjadikan tantangan tersendiri bagi yang memiliki anak usia dini. Di satu sisi teknologi memiliki bahaya apabila salah dalam penggunaannya, namun disatu sisi juga memiliki manfaat. Adanya teknologi memang tidak bisa terpisahkan dari kehidupan anak sehingga perlu adanya kebijakan yang diterapkan orang tua sebelum anak terdampak efek negatif dari <em>screen time<\/em>.<\/p>\n<p>Adapun beberapa masalah yang ditimbulkan dari <em>screen time<\/em> berlebihan antara lain:<\/p>\n<h2 style=\"margin-bottom: 1rem\"><span style=\"font-size: 18pt\">Bahaya Screen Time Pada Anak<\/span><\/h2>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt\">1. Gangguan fisik<\/span><\/h3>\n<p>Layar pada perangkat elektronik mengandung gelombang radiasi yang jika anak terpapar terus menerus, akan merusak penglihatan. Selain itu, bukan hanya merusak mata, namun dengan berkurang nya aktivitas fisik diluar ruangan juga bisa mengurangi kemampuan fisik anak.<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt\">2. Gangguan perkembangan sosial<\/span><\/h3>\n<p>Manusia terlahir sebagai makhluk sosial. Ingat kata pepatah &#8220;mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat&#8221;. Begitulah kira-kira perumpamaan nya. Kurang nya interaksi antara anak dan orang tua, bisa mengganggu kemampuan anak untuk bersosialisasi dengan orang sekitar. Belum lagi, kebebasan akses informasi di media digital juga bisa berdampak buruk apabila tidak di filter dengan baik.<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt\">3. Gangguan perkembangan kognitif<\/span><\/h3>\n<p>Anak yang terlalu menghabiskan waktu di depan layar, rentan menurunkan kemampuan dalam berkonsentrasi dan akan kesulitan untuk fokus dalam jangka waktu yang lama. Secara tidak langsung akan menurunkan kemampuan kognitif anak dimasa mendatang.<\/p>\n<p>Dari contoh bahaya <em>screen time<\/em> seperti diatas, sebagai orang tua harus memiliki ide bagaimana caranya agar <em>screen time<\/em> yang dilakukan anak, bisa meminimalisir bahaya nya atau bahkan bisa bermanfaat. Berikut tips mengatasi screen time pada anak.<\/p>\n<h2 style=\"margin-bottom: 1rem\"><span style=\"font-size: 18pt\">Mengatasi Screen Time Pada Anak<\/span><\/h2>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt\">1. Batasi sesuai anjuran WHO<\/span><\/h3>\n<p>Berdasarkan anjuran <a href=\"https:\/\/www.idai.or.id\/artikel\/seputar-kesehatan-anak\/keamanan-menggunakan-internet-bagi-anak\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">Ikatan Dokter Anak Indonesia<\/a> dan <a href=\"https:\/\/www.aoa.org\/news\/clinical-eye-care\/public-health\/screen-time-for-children-under-5?sso=y\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">WHO<\/a>, anak usia 2-4 tahun dianjurkan membatasi <em>screen time<\/em> maksimal 2 jam setiap harinya. Hal ini bertujuan agar anak memiliki waktu untuk melakukan aktivitas fisik dan interaksi dengan orang sekitarnya.<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt\">2. Berikan media belajar yang interaktif dan bersifat 2 arah<\/span><\/h3>\n<p>Saat ini sudah banyak media belajar yang asik bagi anak sekaligus bisa melatih kemampuan kognitif anak. Ada banyak permainan yang melibatkan strategi, kecepatan, dan ketangkasan.<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt\">3. Manfaatkan <em>screen time<\/em> untuk belajar dan mengasah potensi prestasi<\/span><\/h3>\n<p>Memanfaatkan gadget untuk bermain permainan yang bisa mengasah berfikir anak seperti puzzle juga bisa membantu anak untuk fokus dan berfikir secara kreatif untuk menyelesaikan tantangan yang diberikan. Permainan ini cukup bervariasi dan menyenangkan untuk anak.<\/p>\n<p>Walaupun ada juga manfaat dari <em>screen time<\/em>, sebagai orang tua sebaiknya tetap mengawasi aktivitas yang dilakukan oleh anak ketika bermain dengan gadget nya. Selain cara-cara diatas, orang tua juga bisa mengajak anak untuk mengikuti kursus coding dan robotik yang Kalananti sediakan dengan menerapkan <strong><em>hybrid project-based learning<\/em><\/strong>.<\/p>\n<p>Di kursus coding dan robotik ini, anak akan diajarkan bagaimana cara memanfaatkan <em>screen time<\/em> menjadi sebuah karya digital yang akan mengasah logika dan kreativitas anak. Selain itu, anak juga akan diajarkan untuk mampu presentasi project yang dibuat nya sehingga diharapkan bisa meningkatkan percaya diri untuk berbicara di depan banyak orang.<\/p>\n<p>Apabila tertarik dan ingin menggali informasi lebih lanjut, silahkan klik <a href=\"https:\/\/www.kalananti.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">website kalananti<\/a> atau silahkan <a href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send?phone=6281219001284&amp;text=Halo%20Kakmin%2C%20saya%20lihat%20di%20blog%20Kalananti.%20Boleh%20dijelaskan%20lebih%20lanjut%20mengenai%20Program%20Kalananti%3F\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">hubungi tim kami<\/a> untuk informasi lebih lanjut mengenai program dan <a href=\"https:\/\/www.kalananti.id\/trial-class\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">trial class<\/a> nya<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p>paudpedia.kemdikbud.go.id\/berita\/dampak-negatif-menatap-layar-gawaiscreen-time-berlebihan-bagi-anak-usia-dini?do=MTk2OC04ZjgzMjYzMQ==&amp;ix=NDctNGJkMWM0YjQ=#:~:text=Dampak%20negatif%20screen%20time%20terhadap,masalah%20hubungan%20dengan%20teman%20sebaya%2C<\/p>\n<p>id.theasianparent.com\/manfaatkan-screen-time-sebagai-media-belajar<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tahukah orang tua bahwa screen time pada anak usia dini memiliki dampak negatif apabila tidak dibatasi. Mulai dari bahaya secara fisik, hingga menurunkan kemampuan kognitif anak. Oleh karena itu screen time pada anak harus selalu didampingi oleh orang tua Mungkin bagi sebagian orang, kehadiran teknologi yang semakin berkembang saat ini, menjadikan tantangan tersendiri bagi yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":391,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1729671949:4"],"_edit_last":["4"],"_oembed_0c34869a1fb8a034d22576180e432acb":["{{unknown}}"],"_oembed_884edad21cc8b89183ec83ce1deed947":["<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"gsfc9x7GkW\"><a href=\"https:\/\/id.theasianparent.com\/manfaatkan-screen-time-sebagai-media-belajar\">Ini Dia Cara Jitu Manfaatkan Screen Time Sebagai Media Belajar si Kecil!<\/a><\/blockquote><iframe class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);\" title=\"Ini Dia Cara Jitu Manfaatkan Screen Time Sebagai Media Belajar si Kecil!\" src=\"https:\/\/id.theasianparent.com\/manfaatkan-screen-time-sebagai-media-belajar\/embed\/#?secret=gsfc9x7GkW\" data-secret=\"gsfc9x7GkW\" width=\"600\" height=\"338\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe>"],"_oembed_time_884edad21cc8b89183ec83ce1deed947":["1718012349"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Pengawasan screen time pada anak perlu diterapkan agar mereka terhindar dari dampak negatif penggunaan gadget yang berlebihan. Berikut tips mengatasinya"],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/06116e1a-fc60-49c1-950f-e94a3fc60f56.jpeg"],"_knawatfibu_alt":["membatasi screen time anak"]},"categories":[1],"tags":[13,7],"class_list":["post-391","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-info-kalananti","tag-parenting"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.kalananti.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/391","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.kalananti.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.kalananti.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kalananti.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kalananti.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=391"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.kalananti.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/391\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":396,"href":"https:\/\/www.kalananti.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/391\/revisions\/396"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kalananti.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/391"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.kalananti.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=391"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kalananti.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=391"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kalananti.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=391"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}